TERPENJARA DALAM RASA

pagi itu aku melihat sosok yang melihatku begitu tajam. entah yang aku pikirkan, apakah dia melihatku dengan kebencian ataukah sebaliknya, dia melihat dengan penuh kehangatan. sial bagiku, karena kuterjebak dalam tatapannya yang sayu. sial bagiku juga saat respon senyuman yang kuterima membuat semua itu membekas. tapi lebih sial lagi ketika kumelihat dia tak lagi satu, tapi dua, tiga, mungkin. tetapi bukan itu permasalahnya. karena cinta itu memang pilihan. pilihan untuk segalanya tepenuhi. baik jiwa maupun raga. karena perut takakan kenyang dengan kata cinta saja. karena hati takan nyaman jika hanya materi.

bila ku boleh menggambarkanmu aku akan menggambarkanmu sebagai bunga mawar. mawar yang merah, berbau harum semerbak, lembut serta indah, hangat mengundang hasrat. dengan matamu yang sayu, suaramu yang lembut manja, senyummu yang ayu, kulitmu yang coklat sawo mateng dan tawamu bakaikan gulungan ombak yang membawa kebebasan. yang seketika itu aku terpenjara dalam rasa.

aku suka dengan keiklasanmu ketika kau merelakan mataku untuk memandangmu. kalau kuboleh lebih jauh bolehkah aku tak sekedar menatapmu. dekat misalnya, atau terikat. ah sial, lagi-lagi aku sial dengan imajinasi yang tak membolehkanku lebih lanjut untuk membuat fiksi yang indah tentang kamu dan aku.

akan tetapi yang paling kusuka adalah ketika dia menyembut namaku, menyapaku, dan menantap wajahku dengan matanya yang sayu. meski takseindah yang ku mau, mesti tak sesempurna keinginnanku terhadapnya dengan menyapaku saja aku sudah berbagi ruang didalam hatiku.

Image

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s