PROSEDUR ANALISIS KONSTRATIF

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1  Latar Belakang Masalah

Penyebab kesalahan berbahasa bersumber pada transfer negatif. Transfer negatif itu sendiri merupakan akibat penggunaan sistem yang berbeda yang terdapat pada B1 dan B2. Perbedaan sistem bahasa itu dapat diidentifikasi melalui B1 (bahasa ibu) dengan B2. Kesalahan berbahasa itu dapat dihilangkan dengan cara menanamkan kebiasaan berbahasa kedua melalui latihan, pengulangan, dan penguatan (hadiah atau hukuman).

Konsep analisis kontrastif perlu dipahami oleh guru bahasa Indonesia mengingat bahasa Indonesia bagi sebagian besar siswa merupakan bahasa kedua, walaupun bahasa Indonesia tidak tergolong bahasa asing di Indonesia.Dalam mempelajari bahasa kedua yang paling sering dialami oleh siswa adalah siswa sering menghadapi kesulitan dalam mempelajari bahasa kedua itu dan membuat kesalahan berbahasa dalam proses mempelajari bahasa kedua tersebut.

Analisis Kontrastif adalah Teori Transfer yang diuraikan dan diformulasikan di dalam suatu teori psikologi Stimulus-Respon kaum Behavioris” (Tarigan 1988 : 22). Dengan kata lain teori belajar ilmu jiwa tingkah laku merupakan dasar Analisis Kontrastif. Ada dua butir penting yang merupakan inti teori belajar ilmu jiwa tingkah-laku, yaitu: 1) kebiasaan (habit) dan 2) kesalahan (error). Apabila dikaitkan dengan pemerolehan bahasa maka kedua butir tersebut menjadi: a) kebiasaan berbahasa (language habit) dan b) kesalahan berbahasa (language error).

Kebiasaan mempunyai dua kerakteristik utama. Pertama, kebiasaan itu dapat diamati atau “observable”, bila berupa benda dapat diraba, dan bila berupa kegiatan atau aktivitas dapat dilihat. Kedua, kebiasaan itu bersifat mekanistis atau otomatis. Kebiasaan itu terjadi secara sepontan tanpa disadari dan sangat sukar dihilangkan terkecuali kalau lingkungan berubah. Perubahan itu mengarah kepada penghilangan stimulus yang membangkitkannya.

Di dalam analisis kontrastif mengenal istilah interferensi dan transfer pindahan untuk  mencari kesulitan dalam menentukan  persamaan-persamaan dan perbedaan-perbedaan antara bahasa sumber dan  bahasa target. Istilah interferensi dipergunakan oleh kalangan psikolog untuk menunjuk pengaruh tingkahlaku yang lama terhadap hal-hal baru yang sedang dipelajari. Para penganut anakon berpendapat timbulnya interferensi disebabkan


ketidakfamiliaran bahasa sumber dengan bahasa target. Lain halnya dengan istilah transfer pindahan. Para psikolog tingkah laku yang mula pertama mendefinisikan transfer merujuk kepada satu proses penggunaan pengalaman yang silam secara otomatis, tak terkendali dan bawah sadar dalam usaha menjawab tantangan baru. Dalam hal ini dapat terjadi transfer negative dan  transfer positif. Transfer negatif terjadi jika tingkah laku atau bentuk yang lama tidak terdapat dalam situasi yang baru, sedangkan transfer positif terdapat jika antara kebiasaan yang lama dan yang baru terdapat persamaan. Dalam hubungan pengajaran bahasa yang kedua atau bahasa asing, seorang penutur bahasa ibu yang akan berbahasa kedua atau bahasa asing  melakukan transfer negatif atau positif. (J.d Parera : 1997:106 dalam http://justucup.blogspot.com)

Analisis ini merupakan sarana bagi para linguis  dalam membandingkan bahasa sumber dan bahasa target sehingga terlihat persamaan-persamaan dan perbedaan-perbedaan dalam kedua bahasa tersebut. Namun di dalam analisis ini, linguis harus memperhatikan prosedur-prosedur dalam membandingkan kedua bahasa.

1.2  Rumusan Masalah

Sesuai dengan latar belakang diatas penyusun dapat menyimpulkan rumusan masalah sebagai berikut:

1.      Apa pengertian dari analisis konstratif?

2.      Bagaimana prosedur analisis konstratif?

3.      Apa tujuan analisis konstratif?

 

1.3  Tujuan Penulisan

Adapun tujuan penulisan makalah ini dapat kita simpulkan sebagai berikut:

1.      Pembaca dapat mengetahui pengertian analisis konstratif

2.      Pembaca dapat mengetahui bagaimana prosedur menganalisis konstratif

3.      Pembaca dapat mengetahui tujuan analisis konstratif

 

1.4  Metode Penulisan

Penulisan makalah ini, dilakukan dengan analisis pustaka. Metode studi pustaka ini digunakan penulis untuk mencari dan mengumpulkan bahan bacaan atau referensi yang berkaitan dengan materi yang akan penulis kaji.

 


BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1 Pengertian Konstratif

 

Ada beberapa pengertian mengenai terminologi analisis kontrastif, hal tersebut telah dipaparkan oleh beberapa pakar bidang kontrastif  diantaranya :

a.       Pendapat Lado, Fries, d.k.k

Lado(1957) dan Fries (1945) mengatakan secara terpisah, yang intinya ialah bahwa agar para pengajar dapat meramalkan kesalahan yang dibuat oleh seorang pelajar, mereka haruslah mengadakan suatu analisis kontrastif antara bahasa yang dipelajari dan bahasa yang digunakan pelajar sehari-hari, khususnya dalam komponen-komponen fonologi, morfologi, kosakata, dan sintaksis.

b.      Pendapat Fisiak (1981)

Analisis kontrastif adalah suatu cabang ilmu linguistik yang mengkaji perbandingan dua bahasa atau lebih atau subsistem bahasa dengan tujuan untuk menemukan perbedaan-perbedaan dan persamaan-persamaan bahasa-bahasa tersebut.

c.       James (1980)

        Analisis kontrastif  ialah suatu aktivitas linguistik yang bertujuan untuk menghasilkan tipologi dua bahasa yang kontrastif yang berdasarkan asumsi-asumsi bahwa bahasa-bahasa itu dapat dibandingkan.

 

Dari ketiga tokoh yang berpendapat tentang teminologi analisis kontrastif  maka penulis ingin menyimpulkan bahwasannya analisis kontrastif adalah suatu kegiatan seorang linguis dalam membandingkan bahasa ke-satu dan bahasa ke-dua untuk menemukan perbedaan-perbedaan dan persamaan-persamaan kedua bahasa tersebut. Jadi Analisis kontrastif adalah suatu cabang ilmu linguistik yang mengkaji perbandingan dua bahasa atau lebih, atau  subsistem bahasa, dengan tujuan untuk menemukan perbedaan-perbedaan dan persamaan-persamaan bahasa-bahasa tersebut.

 

2.2 Prosedur Analisis Konstratif

 

Analisis konstratif ini merupakan sarana bagi para linguis  dalam membandingkan bahasa sumber dan bahasa target sehingga terlihat persamaan-persamaan dan perbedaan-perbedaaan dalam kedua bahasa tersebut. Paradigma analisis kontrastif yaitu dengan mencermati secara sistematis persamaan-persamaan dan perbedaan-perbedaan antara bahasa sumber dan bahasa tujuan. Hal ini dapat dikaji melalui dua aspek :

1.      Aspek mikrolinguistik, dalam aspek ini yang dikaji komponen-komponen yang terdiri dari Fonologi, morfologi, kosakata dan sintaksis.

2.      Aspek makrolinguistik, dalam aspek ini hal-hal yang menyebabkan peneliti mencapai suatu pengertian ilmiah mengenai bagaimana manusia berinteraksi dengan manusia, manusia berinteraksi dengan lingkungannya, manusia berinteraksi dengan kelompoknya,  makna, kejiwaan berbahasa dan budaya (sosiolinguistik, etnolinguistik, pragmatic, semantic, psikolinguistik)

Di dalam analisis ini, linguis harus memperhatikan prosedur-prosedur dalam membandingkan kedua bahasa. Robert Lado memberikan prosedur dan langkah analisis kontrastif sebagai berikut :

 

1        Langkah pertama : tempatkan satu deksripsi stuktural yang terbaik tentang bahasa-

 bahasa yang bersangkutan. Deksripsi ini harus mencakup tataran   

 fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Deksripsi ini harus

 mencakup bentuk, makna dan distribusi.

2        Langkah kedua     : rangkum dalam satu ikhtisar yang terpadu semua struktur. Ini

  berarti seorang linguis harus merangkumkan semua kemungkinan

  pada setiap tataran analisis bahasa yang diteliti dan dibandingkan.

3        Langkah ketiga     : bandingkan dua bahasa itu struktur demi struktur dan pola demi

  pola. Dengan perbandingan tiap struktur dan pola dalam dua

  sistem bahasa itu, orang dapat menemukan masalah-masalah

  dalam pembelajaran bahasa. (J.D parera:1997:107-108 dalam

  http://justucup.blogspot.com).

Sedangkan menurut (Whitman Brown 1980 dalam http://justucup.blogspot.com) mengemukakan empat prosedur untuk menerapkan analisis kontrastif, prosedur itu, yaitu:

1.      deksripsi, ahli bahasa atau guru bahasa berusaha mendeksripsikan system bahasa yang diperbandingkan

2.      seleksi, ahli bahasa atau guru bahasa menentukan unsur bahasa yang berbeda, baik yang berhubungan dengan fonologi, morfologi maupun sintaksis

3.      mengkontraskan unsur-unsur itu

4.      menentukan kesalahan yang dibuat si terdidik terhadap bahasa yang sedang dipelajari atau bahasa kedua karena pengaruh bahasa kedua. 

Menurut Tarigan 1995 : 28 dalam usaha memperbaiki pengajaran bahasa Anakon mempunyai langkah-langkah prosedur yang harus dituruti yaitu:

1.      Memperbandingkan B1 dan B2 yang akan dipelajari oleh siswa

2.      Memprediksi atau memperkirakan kesulitan belajar dan kesalahan berbahasa

3.      Penyusunan atau pengurutan bahan pengajaran

4.      Cara menyampaikan bahan.   

 

2.3 Tujuan Analisis Konstratif

Analisis kontrastif sebagai satu pendekatan dalam pengajaran bahasa termasuk dalam linguistik terapan. Artinya    terapan ilmu bahasa dalam bidang praktis. Ilmu ini dapat dipandang sebagai disiplin baru yang dapat berkembang dan diakui keberadaannya. Analisis kontrastif berobjekan bahasa. Tentunya dari bahasa tersebut memiliki tata bahasa sebagai aturan agar bahasa itu bisa dikatakan baik dan benar. Setiap tata bahasa dari suatu bahasa, menurut Chomsky, adalah merupakan teori dari bahasa itu sendiri dan tata bahasa itu harus memenuhi dua syarat : (Abdul Chaer 2007 :364)

a.       Kalimat yang dihasilkan oleh tata bahasa itu harus dapat diterima oleh pemakai bahasa tersebut sebagai kalimat wajar dan tidak dibuat-buat.

b.      Tata bahasa tersebut harus berbentuk sedemikian rupa, sehingga satuan atau istilah yang digunakan tidak berdasarkan pada gejala bahasa tertentu saja, dan semua ini harus sejajar dengan teori linguistic tertentu.

 

Dengan sendirinya, analisis kontrastif membatasi diri hanya bagian—bagian tertentu mengenai bahasa-bahasa yang hendak dibandingkan. Adapun tujuan analisis ini diantaranya (Pateda 1989 :20 http://justucup.blogspot.com).

 

a.       Menganalisis perbedaan antara bahasa ibu dengan bahasa yang sedang dipelajari agar pengajaran berbahasa berhasil baik

b.      Menganalisis perbedaan antara bahasa ibu dengan bahasa yang sedang dipelajari agar kesalahan berbahasa si terdidik dapat diramalkan yang pada gilirannya kesalahan yang diakibatkan oleh pengaruh bahasa ibu itu dapat diperbaiki

c.        Hasil analisis digunakan untuk menuntaskan keterampilan berbahasa si terdidik.

d.      Membantu si terdidik untuk meyadari kesalahan berbahasa sehingga dengan demikian si terdidik diharapkan dapat menguasai bahasa yang sedang dipelajari dalam waktu tidak lama.

 

 

BAB III

PENUTUP

 

3.1  Simpulan

 

Dari pembahasan di atas maka penulis ingin menyimpulkan bahwasannya analisis kontrastif adalah suatu kegiatan seorang linguis dalam membandingkan bahasa ke-satu dan bahasa ke-dua untuk menemukan perbedaan-perbedaan dan persamaan-persamaan kedua bahasa tersebut. Jadi Analisis kontrastif adalah suatu cabang ilmu linguistik yang mengkaji perbandingan dua bahasa atau lebih, atau  subsistem bahasa, dengan tujuan untuk menemukan perbedaan-perbedaan dan persamaan-persamaan bahasa-bahasa tersebut.

Dalam kegiatan menganalisis tentu seorang linguis atau guru bahasa harus mengikuti sebuah prosedur. Prosedur analisis konstratif bisa dengan menempatkan satu deksripsi stuktural yang terbaik tentang bahasa-bahasa yang bersangkutan, rangkum dalam satu ikhtisar yang terpadu semua struktur, seleksi unsur bahasa yang berbeda, mengkontraskan unsur-unsur itu atau bandingkan dua bahasa itu. Struktur demi struktur dan pola demi pola, dan terakhir menentukan kesalahan yang dibuat si terdidik terhadap bahasa yang sedang dipelajari atau bahasa kedua karena pengaruh bahasa kesatu.

 

3.2  Saran

                 Ketika kita ingin menganalisis konstratif maka kita harus mengikuti prosedur. Jika sebuah analisis konstratif itu membandingkan dua bahasa, maka kita harus memiliki bahan yang benar untuk perbandingan dan mengetahui bahasa mana yang seharusnya dipakai dan bahasa mana yang harus dihindari.  Karena pada dasarnya si pembelajar bahasa pasti mamasukan bahasa ibu atau bahasa kesatunya ke bahasa kedua yang ia pelajari.

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Chaer, Abdul. 2007Linguistik Umum. Jakarta: PT Rineka Cipta.

 

Tarigan, Henry Guntur, Djago Tarigan. 1995. Pengajaran Analisis Kesalahan Berbahasa.

Bandung: Angkasa.

 

Tarigan, Henry Guntur. 1988. Pengajaran Pemerolehan Bahasa. Bandung: Angkasa.

 

http://justucup.blogspot.com/2010/07/hakikat-analisis-kontrastif.html

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s