Cerita Saja

semua berawal dari sebuah pertemuan singkat. pada saat itu kondisi kelas yang panas karena tidak berfungsinya sebuah pendingin ruangan (AC). mahasiswa waktu itu sedang menunggu dosen masuk ke dalam kelas. waktu itu terasa lama berputar dan dosen pun tak kunjung datang. tiba-tiba ada seseorang yang memberitahukan kepada kami bahwa “dosen pada hari ini tidak akan masuk karena ada halangan” serentak ucapan senang menggemuruh di dalam kelas dan ada pula ucapan kecewa yang terlontar dari mulut mahasiswa, karena sudah susah payah datang dari rumah jauh-jauh ternyata dosen yang ditunggu tak kunjung datang. dari riuhnya ruangan itu dan panas yang membara dahaga. waktu itu keempat bola mata tak sengaja saling memandang di sudut ruangan kelas yang cukup panas. entah apa rasanya ketika kedua mataku berpapasan dengan kedua mata itu. seperti pertemuan antara matahari dengan bulan yang menimbulakan gerhana.

kedua mata yang ku pandang memiliki arti yang berbeda dengan mata-mata yang lainya. mata ini sungguh berbeda, karena yang ku lihat. mata tersebut memiliki sebuah bahasa yang hendak memberikan informasi. akan tetapi tak kunjung ku mengerti. aku hanya mengerti bahwa kedua mataku ini tak ingin lepas dari kedua bola matanya. ku coba memahami lebih lanjut tentang kedua bola mata itu. ku coba berpaling dengan mengedipkan mataku, tetapi isyarat matanya tak bisa berubah. ia memberikan sebuah isyarat yang tak aku mengerti. hingga kedua kalinya ku berpaling dengan mengedipkan mata, dan ku pandang kembali malah semakin terbawa pandanganku untuk melihatnya. dan untuk ketiga kalinya ku berpaling dan melihatnya lagi. aduhai apa yang harus aku lakukan? pikiranku kacau dia menarik-nariku dengan kuat. dia membalasku dengan yang ku tak mengerti tapi indah. dia mulai menyerangku dengan lekukan di bibirnya. sekarang bukan lagi mataku yang di tarik dan diserang. sekarang ia mulai menyerang ke dalam otak ku. dia menyerang pikiranku, bahkan ia mulai menyerang hatiku. apa yang harus aku perbuat? tameng apa yang harus aku pakai untuk menghadang seranganya? sunggu aku bingung berada dalam ruangan yang panas ini. sungguh aku terikat pada kursi ini. aku harus bergerak, aku harus bangkit.

yah aku harus lari. aku harus bangkit lalu aku jalan dan aku berlari, berlari, berlari ketempat yang jauh hingga menembus pepohonan, menembus hutan. lalu aku loncat kesebuah danau dari tebing sepuluh meter dan aku berenang ketengah aku berenang mencari daratan lain. lalu aku berjalan dan berlari lagi ke gunung. aku berlari dan mendaki. aku mendaki mendaki, berlari, mendaki, berlari, mendaki. di sana ada sebuah gua. lalu aku masuki. aku berjalan perlahan dengan jalan setapak, aku semakin kedalam ternyata semakin gelap. aku ke dalam, dalam, dalam, dan aku tak bisa lagi melihat. lalu aku meraba dinding gua yang gelap gulita dan melanjutakan berjalan, berjalan dengan tak ada penerangan. gelap, gelap aku tak bisa melihat, tetapi aku harus berjalan, berjalan menemukan pintu keluar dan tempat berlindung.

astaga aku melihat, di sana ada sebuah cahaya. sepertinya itu jalan keluar. di situ pasti ada tempat. tempat yang bisa melindungiku dari kedua bola matanya dan tempat yang aku tak bisa melihat kedua bola mata itu. ya di situ pasti tempatnya, di situ terang ada cahaya. aku harus cepat sampai di sana. aku harus berlari, cahaya itu semakin dekat, aku harus cepat berada pada tempat itu. ya aku harus cepat ketempat itu, ya itu tempatnya, cahyanya teranga. aku berada di ambang pintunya, aku bisa melihaatttt cahaya.

cahayaaaa yang te te   te   te  rangggg

mata itu, mata itu, aku melihat mata i i i i ituuuuuu. kedua mata iiiii tu ada di hadapanku.

 

Image

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s